Senin, 03 Desember 2012

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembelian dan Konsumen

Kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kebudayaan sudah ada sejak dulu dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. Budaya merupakan sesuatu yang bersifat memaksa, pengaruhnya pun terhadap pembelian dan konsumsi konsumen sangat besar. 
Budaya tercipta juga karena kebiasaan manusia yang mereka lakukan dengan terus menerus, hal itu juga terus dilakukan dan diturunkan kepada generasi-generasi sesudah mereka. Walaupun budaya yang dilakukan pada masa sekarang mungkin sudah jauh berbeda dengan masa dahulu, hal itu di karenakan budaya budaya saat ini telah tergerus oleh pergeseran zaman yang semakin kuat dampaknya,
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.
Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis : kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Budaya juga memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan. Contoh terhadap Konsumsi yang berpengaruh dari budaya adalah kebiasaan mengkonsumsi Nasi sebagai makanan pokok, memakan Nasi sebagai makanan pokok merupakan kebiasaan yang akhirnya membudaya sehingga dapat mempengaruhi terhadap pembelian Beras.

PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERMORAL

Dituliskan oleh : Amirul mukminin

Memang harus kita akui ada diantara (oknum) generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi sudah merambah dunia kampus (masih ingat kematian seorang mahasiswa di Universitas Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian didalam kampus). Atau kita jarang (atau belum pernah) melihat demonstrasi yang santun dan tidak menggangu orang lain baik kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi ragu apakah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat atau pesanan sang pejabat.

Selain itu, berita-berita mengenai tindakan pencurian kendaraan baik roda dua maupun empat, penguna narkoba atau bahkan pengedar, pemerasan dan perampokan yang hampir setiap hari mewarnai tiap lini kehidupan di negara kita tercinta ini banyak dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi mengajarkan tata susila dan prinsip saling sayang - menyayangi kepada siswa atau mahasiswanya atau kurikulum pendidikan tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim pendidikan kita selama ini ? atau Inikah akibat perilaku para pejabat kita?

Dilain pihak, tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme yang membuat bangsa ini morat-marit dengan segala permasalahanya baik dalam bidang keamanan, politik, ekonomi, sosial budaya serta pendidikan banyak dilakukan oleh orang orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi baik dalam negri maupun luar negri. Dan parahnya, era reformasi bukannya berkurang tapi malah tambah jadi. Sehingga kapan krisis multidimensi inI akan berakhir belum ada tanda-tandanya.

PERLU PENDIDIKAN YANG BERMORAL
Kita dan saya sebagai Generasi Muda sangat perihatin dengan keadaan generasi penerus atau calon generasi penerus Bangsa Indonesai saat ini, yang tinggal, hidup dan dibesarkan di dalam bumi republik ini. Untuk menyiapkan generasi penerus yang bermoral, beretika, sopan, santun, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu dilakukan hal-hal yang memungkin hal itu terjadi walaupun memakan waktu lama.

Pertama, melalui pendidikan nasional yang bermoral (saya tidak ingin mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral, namun kenyataanya demikian di masyarakat). Lalu apa hubungannya Pendidikan Nasional dan Nasib Generasi Penerus? Hubungannya sangat erat. Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Dan sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang telah pendidikan sumbangankan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia saat ini adalah sebagai sumbangan pendidikan nasional kita selama ini.

Pendidikan nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan pribadi (generasi penerus) yang bermoral, mandiri, matang dan dewasa, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini. Pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme baik di legislative, ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Dr. Contoh lainnya, dalam bidang politik lebih parah lagi, ada partai kembar , anggota dewan terlibat narkoba, bertengkar ketika sidang, gontok-gontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu (Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak).

Dan masih ingatkah ketika terjadi jual beli kata-kata umpatan ("bangsat") dalam sidang kasus Bulog yang dilakukan oleh orang-orang yang mengerti hukum dan berpendidikan tinggi. Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa ini kedepan? Apakah mereka tidak sadar tindak-tanduk mereka akan ditiru oleh generasi muda saat ini dimasa yang akan datang? Dalam dunia pendidikan sendiri terjadi penyimpangan-penyimpang yang sangat parah seperti penjualan gelar akademik dari S1 sampai S3 bahkan professor (dan anehnya pelakunya adalah orang yang mengerti tentang pendidikan), kelas jauh, guru/dosen yang curang dengan sering datang terlambat untuk mengajar, mengubah nilai supaya bisa masuk sekolah favorit, menjiplak skripsi atau tesis, nyuap untuk jadi pegawai negeri atau nyuap untuk naik pangkat sehingga ada kenaikan pangkat ala Naga Bonar.

Di pendidikan tingkat menengah sampai dasar, sama parahnya, setiap awal tahun ajaran baru. Para orang tua murid sibuk mengurusi NEM anaknya (untungsnya, NEM sudah tidak dipakai lagi, entah apalagi cara mereka), kalau perlu didongkrak supaya bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Kalaupun NEM anaknya rendah, cara yang paling praktis adalah mencari lobby untuk memasukan anaknya ke sekolah yang diinginkan, kalau perlu nyuap. Perilaku para orang tua seperti ini (khususnya kalangan berduit) secara tidak langsung sudah mengajari anak-anak mereka bagaimana melakukan kecurangan dan penipuan. (makanya tidak aneh sekarang ini banyak oknum pejabat jadi penipu dan pembohong rakyat). Dan banyak lagi yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu dalam tulisan ini.

Kembali ke pendidikan nasional yang bermoral (yang saya maksud adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan, kemandirian dan bertanggung jawab, tahu malu, tidak plin-plan, jujur, santun, berahklak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya.Tetapi sebaliknya, mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.

Sejarah Benteng Portugis

Ditulis Oleh  : Nofly Manopo

Begitu banyak potensi wisata di Kabupaten Minahasa Selatan Salah satunya yaitu Benteng Portugis yang terletak di jantung kota Amurang, ibu kota kabupaten Minahasa Selatan. budaya Benteng Portugis yang terletak di Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, tepatnya di lokasi Pasar Amurang yang berbelakangan dengan Rumah Tahanan (Rutan) Amurang atau yang lebih dikenal dengan sapaan sindulang. tapi apa mau dikata hingga saat ini, yang tersisa dari bekas benteng besar tersebut hanya beberapa bagiannya saja. Bangunan ini diperkirakan telah berusia 198 tahun sejak tahun 1512, Menurut sejarah, bangsa Portugislah yang pertama mendarat dan membangun benteng tersebut di mulut Teluk Amurang itu, dan kemudian menyusul bangsa Spanyol mendarat di perairan Mobongo / Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang Barat, serta membangun benteng yang dinamai 'New Spain'. Namun, dari kedua benteng tersebut yang tersisa hanyalah benteng Portugis di Sindulang.  Dulunya di dalam benteng yang dipersenjatai dengan meriam-meriam terutama yang menghadap ke perairan Teluk Amurang untuk menangkis serangan lawan itu, dan terdapat pula berbagai bangunan, barak, gudang dan fasilitas militer lainnya, termasuk sebuah kapel (gereja kecil). Kapel tersebut diperkirakan  berada di lokasi yang mana berdiri sebuah gereja GMIM Sentrum Syalom Amurang, dan berada tepat di bawah altar gedung gereja GMIM Sentrum. Menyusul ada pula bekas kapel di Benteng New Spain di Mobongo. Selain untuk pertahanan dan kediaman serdadu, di dalam Benteng Spanyol ini juga berada kapel yang kini telah ditempati gedung gereja GMIM Kawangkoan Bawah. Malahan di dekatnya berada pula bekas pekuburan Spanyol, dan di depan pintu pastori gereja GMIM Kawangkoan Bawah masih terdapat nisan kubur orang Spanyol. Hingga sampai saat ini masih banyak masyarakat meyakini bahwa didalam benteng tersebut banyak tersimpan sejarah-sejarah kuno, mata uang kuno bahkan emas, percaya atau tidak pintu baja menuju ruang bawah tanah yang diperkirakan menyimpan harta karun di bagian tengahnya serta jalan-jalan ke ruang-ruang lain yang telah tertimbuh reruntuhan dan tanah, sampai saat ini masih tergembok. Upaya demi upaya dari berbagai pihak untuk 'membuka', gembok tersebut namun tidak ada hasilnya “gagal”.  Hingga sampai sebuah tim dari negeri belanda beberapa tahun silam untuk mencoba membukanya, tetapi karena status benteng sebagai cagar budaya tentu saja tidak membuahkan hasil, Menurut seorang sejarawan, jalan-jalan bawah tanah Benteng Portugis ini menembus ke kompleks gereja Sentrum. Tapi pintunya sudah tertutup. Sedangkan dinding-dinding beton Benteng Portugis termasuk Benteng Spanyol telah dibongkar di masa Gubernur Jenderal Herman Daendels (1807 - 1815). Dindingnya dimanfaatkan untuk pembangunann jalan di Amurang, dan pembongkaran paling akhir terjadi pada masa pemerintahan Jepang. (fly)

Rabu, 28 November 2012

perilaku konsumen semester 5

 Ternyata Masa SMA Itu Seperti Ini


Di post oleh : vidya mardalena


Ketika saya masih duduk di bangku SD, saya termasuk salah satu pecandu televisi. Tiada hari tanpa nonton tv. Biasanya saya nonton tv seharian dari pulang sekolah di siang hari sampai menjelang tidur malam. Acara tv favorit saya adalah tayangan kartun dan anime. Namun, tidak jarang pula saya menonton sinetron dan FTV.
Sinetron zaman saya SD dulu (sekitar tahun 2001-2006) dengan sekarang sepertinya tidak jauh berbeda. Ceritanya tentang tokoh baik yang terlalu baik, tokoh jahat yang terlalu jahat, perebutan warisan, amnesia, anak yang tertukar, dan yang paling seru menurut saya waktu itu: kisah cinta remaja (wah, sepertinya saya dulu sudah didewasakan oleh sinetron =)))
Khusus untuk kisah cinta remaja ini, sebenarnya plotnya benar-benar biasa. Di suatu sekolah ada murid pindahan. Cowo cakep orang Indonesia tapi habis sekolah di Amerika. Cowo itu jadi perbincangan hangat cewe-cewe di sekolah, tapi hanya satu cewe yang tidak suka dengannya, yaitu tokoh utama. Suatu hari, mereka berpapasan di koridor sekolah, lalu mereka tabrakan. Si cewe bawa buku banyak terus berhamburan. Waktu mereka mau membereskan, tiba-tiba tangan mereka berpegangan. Bla bla bla. Kemudian tokoh antagonis cemburu dan berusaha melenyapkan tokoh utama. Bla bla bla. Akhirnya mereka bahagia selamanya. Pikiran polos saya waktu itu langsung didoktrin: ooh…. Sepertinya masa-masa SMA akan sangat menyenangkan. Kita bisa pacaran, party, nongkrong, dan hidup glamour. Saya berpikiran seperti itu karena apa yang ditunjukan sinetron saat itu hanyalah itu.
Kini saya sudah duduk di bangku SMA. Apa yang saya pikirkan dulu ketika SD ternyata berbeda. SMA itu pelajarannya lebih rumit, saingan lebih banyak, bahkan saya tidak punya waktu untuk pacaran. Apalagi saya sudah duduk di bangku kelas akhir. Yang menjadi fokus saya sekarang adalah UN dan SNMPTN (dan ini hampir tidak pernah disinggung di sinetron). Mungkin ada beberapa teman saya yang menjalani hidup layaknya sinetron, tetapi tidak selebay itu juga. Maksudnya tidak sampai ada tokoh antagonis yang rela mencelakakan tokoh baik demi mendapatkan cowo =))
Perhatian saya beralih ke drama Korea sejak Full House ditayangkan. Karena alur cerita yang susah ditebak serta latar belakang cerita yang bervariasi, perlahan saya meninggalkan sinetron. Nah, salah satu drama yang menjadi favorit saya adalah Master of Study. Secara garis besar, drama ini bercerita tentang seorang pengacara miskin bernama Kang Suk Ho (Kim Soo Ro) yang ditugaskan untuk memulihkan prestasi sekolah SMA Byung Meon. Karena itu dia membuka kelas khusus yang terdiri atas 5 orang, yaitu Hwang Baek Hyun (Yoo Seung Ho), anak yatim piatu yang bandel tapi sangat menyayangi neneknya, Na Hyun Jung (Jiyeon T-Ara) yang menyukai Baek Hyun, Gil Pul Ip (Go Ah Sung) yang mempunyai masalah dengan ibunya, Hong Chan Doo (Lee Hyun Woo) yang mempunyai bakat dance namun didesak untuk kuliah di luar negeri, dan Oh Bong Goo (Lee Chan Ho) yang cukup pintar dalam bidang akademi namun ortunya tidak terlalu memperhatikan edukasinya karena ingin anaknya mewarisi restoran mereka. Cerita ini benar-benar sarat akan motivasi. Sebodoh apapun kita, apabila kita berusaha maka kita akan mencapainya. Bukan hanya mengenai belajar, namun drama ini juga dipermanis dengan komedi dan cinta. Alur cerita pun tidak membosankan sehingga kita betah menontonnya sampai akhir. Dan yang paling saya suka: di akhir episode biasanya ada tips belajar dari aktor-aktris pemeran drama ini. Saya sampai mencatatnya sebagai pengingat.
Yang saya heran, mengapa produser sinetron Indonesia tidak ada yang membuat sinetron edukatif seperti itu? Seandainya sinetron yang saya tonton zaman SD seperti itu, mungkin saya sudah sangat terpacu untuk belajar dan lebih banyak berusaha daripada berangan-angan. Padahal drama Master of Study itu kehidupannya tidak jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari kita, mengapa sinetron kita tidak menyederhanakan konsep ceritanya daripada menambah kesan lebay yang seringkali saya tertawakan? Apakah selera penonton Indonesia memang begitu?
Semoga sinetron Indonesia bisa lebih mendidik sehingga tidak menumbuhkan doktrin seperti yang saya alami dulu.

PERILAKU KONSUMEN 5


Tiga Tahun Masa Kebersamaan kita



Pagi itu …
Ucapan salam keluar dari bibir bibir yang mungil
Ucapan terima kasih mengalir dari hati - hati yang tulus
Senyum yang renyah tersungging di raut wajah polos
Membawaku terbang melayang dengan jiwa dan pengabdian kedalam kalbu ..

Di Kala itu ..
Tawa… canda… kesal… benci..rindu…takut…senang
Dan semua perasaan yang ada didalam hati ini berkumpul menjadi satu
Ku teringat pada apa yang pernah kulakukan pada kalian…
Ku cubit… ku jewer… ku puji… ku sanjung…
Kau tetap diam membisu, kau diam dengan kepala tunduk

Ya…
Semua itu telah kita rasakan bersama
Tak terasa tiga tahun usai sudah kebersamaan kita
Akankan terulang kembali ??
Hanya kenangan yang akan berbicara tentang kita

Harapanku… pelitaku…
Hanya dengan doa kuiringi kepergian kalian
Pergilah…
Pergilah kedunia lepas anakku
Raihlah segala cita dan harapan
Agar kelak kalian menjadi manusia- manusia yang berguna
Bagi agama dan bangsa
Selamat jalan anakku, selamat jalan pelitaku
Senyummu,kekesalahanmu, kenakalanmu telah mewarnai kebersamaan kita
Ku berharap…
Kelak kau kembali dengan segudang keberhasilan yang telah kau raih
Semoga keberhasilan senantiasa mengiringi langkamu

TUGAS PROPOSAL METODE RISET

BAB V
KESIMPULAN 


Jadi pengguna kartu im3,  Pengguna kartu edisi khusus ini langsung mendapatkan bonus 1500 SMS, mendapatkan konten eksklusif dari Indonesian Idol berupa i-ring dan wallpaper, dan biaya menelepon yang sangat murah yaitu hanya Rp 0,1/detik. Indosat juga menyelenggarakan berbagai kuis yang berkaitan dengan Indonesian Idol dengan total hadiah sebesar Rp 300 juta.
Selain itu, IM3-Indonesian Idol mempunyai keunggulan berupa akses data unlimited (tanpa batas) dengan tarif mulai Rp 9000 per hari. Kecepatan aksesnya 256 Kbps hingga kuota 10 MB dan selanjutnya menjadi 20 Kbps tanpa kuota.
Layanan akses internet juga tersedia melalui paket IM3 Broadband Unlimited yang didukung IM2. Paket ini menyediakan tarif akses mulai Rp 1000 per hari dengan kuota 1 MB dan masa aktif sehari. Pengguna kartu melalui handset BlackBerry juga bisa berlangganan berbagai pilihan paket BlackBerry.
“Kartu Perdana Edisi Spesial IM3-Indonesian Idol ini sengaja kami luncurkan untuk memenuhi kebutuhan anak muda dalam berkomunikasi dan mencari informasi melalui akses data yang mudah dan murah,” demikian disampaikan Syakieb Sungkar, Chief Sales Officer Indosat dalam siaran persnya, Kamis (25/3/2010).

 


TUGAS PROPOSAL METODE RISET

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN



Aspek Pemasaran
2.1. Gambaran Umum Pasar
1. Jenis produk yang dipasarkan adalah berupa pulsa elektrik, pulsa voucher, cassing hp, chargeran hp, baterai hp, aksesoris hp, dll.
2. Wilayah Pemasaran mencakup daerah Depok dan sekitarnya
2.2. Permintaan
Permintaan masyarakat yang begitu beragam, menjadikan perusahaan menambahkan stock barang-barang yang di butuhkan untuk memenuhi permintaan masyarakat.
2.2.1 Jumlah Permintaan Terhadap Produk
a. Sasaran Pembeli (konsumen) yaitu semua orang yang membutuhkan tentang keperluan tentang handphone.
b. Jumlah konsumen, jumlah konsumen di ukur dari banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya.
c. Jumlah kebutuhan, jumlah kebutuhan terpenuhi setiap harinya.
d. Total Kebutuhan per-tahun, berubah-ubah tergantung permintaan masyarakat.
2.3 STRATEGIS BISNIS
Strategi Pemasaran Pesaing
Uraikan strategi Pemasaran yang dilakukan pesaing Anda, meliputi :
a. Produk (mutu, ukuran, kemasan, dll). Produk yang ditawarkan cukup banyak, tetapi harga yang diberikan agak mahal. Barang-barang yang disediakan juga modelnya sudah tidak mode on.
b. Harga (harga satuan, syarat pembayaran, potongan, dll). Harga yang ditawarkan agak mahal, sistem pembayarannya juga tidak efisien.
c. Jalur Penjualan. Jalur penjualannya hanya meliputi daerah-daerah tertentu, tidak di pinggir jalan. Sehingga menyulitkan konsumen untuk mengetahui adanya counter pulsa.
d. Promosi. Promosi yang disebarkan hanya dari orang ke orang.
2.4 Strategi Pemasaran Perusahaan
Uraikan strategi Pemasaran yang akan Anda lakukan
a. Produk (mutu, ukuran, kemasan, dll). Produk yang perusahaan tawarkan cukup banyak, dan harga yang diberikan lebih murah. Barang-barang yang disediakan banyak macamnya dan yang sedang di cari oleh para konsumen.
b. Harga (harga satuan, syarat pembayaran, potongan, dll). Harga yang di tawarkan lebih murah. Dan sistem pembayarannya efisien.
c. Jalur Penjualan. Jalur penjualannya sangat strategis, yang terletak di pinggir jalan. Yang memudahkan konsumen untuk menjangkaunya.
d. Promosi. Promosi yang dilakukan cukup banyak, yaitu dengan menyebarkan brosur-brosur dan dari orang ke orang.
2.5. Penetapan Harga Jual
1. Kebutuhan modal awal:
o HP untuk menjual pulsa : Rp 300.000
o Promosi : spanduk, pamflet, kartu nama: Rp 100.000
o Total : Rp 400.000
2. Ongkos rutin bulanan:
o Pulsa untuk mengirimkan pulsa = Rp 25.000
o Total : Rp 25.000
3. Estimasi pemasukan:
Setiap hari diperkirakan bisa menjual 10 pulsa per hari.
Berarti penjualan per bulan adalah 10x30 buah pulsa , totalnya = 300 pulsa per bulan.
Laba kotor:
Laba per pulsa = Rp 2000
Laba kotor per bulan = Rp 2000 x 300 pulsa = Rp 600.000

TUGAS PROPOSAL METODE RISET

BAB III
METODELOGI PENELITIAN

dipost oleh baktyputra 97

METODE PENELITIAN

Judul : Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Mobile Marketing Oleh Provider IM3
3.1       Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini data dikumpulkan dengan menggunakan cara survei, yaitu suatu pengumpulan data informasi primer langsung dari sumber penelitian dengan menanyai konsumen melalui kuesioner terstruktur yang dilaksanakan pada tanggal tertentu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 50 responden para pengguna provider IM3.
3.2       Pengambilan sampel
Dalam penulisan ini pengambilan sampel yaitu dengan menemui dan menanyakan langsung kepada para pemakai telepon genggam, apakah menggunakan provider telepon genggam IM3. Dengan cara memberikan kuesioner kepada masyarakat yang menggunakan provider IM3.
3.3       Analisis Data
Untuk pengolahan data dalam penelitian menggunaka program SPSS, adapun analisis data sebagai berikut :
3.3.1    Analisis Deskriptif
Menurut Soegiono (2002) statistik deskriptif merupakan bidang ilmu statistik yang mempelajari cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data dalam suatu penelitian data. Penulis mengumpulkan data dengan cara menyebarkan kuesioner.
                        3.3.2    Uji Chi Square
            Penulis menggunakan uji ini untuk mengetahui apakah keadaan ekonomi (materi) konsumen dapat mempengaruhi persepsi terhadap mobile marketing yang dilakukan oleh provider IM3.


Judul : Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Mobile Marketing Oleh Provider AXIS
3.1       Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini data dikumpulkan dengan menggunakan cara survei, yaitu suatu pengumpulan data informasi primer langsung dari sumber penelitian dengan menanyai konsumen melalui kuesioner terstruktur yang dilaksanakan pada tanggal tertentu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 30 responden para pengguna provider AXIS.
3.2       Pengambilan sampel
Dalam penulisan ini pengambilan sampel yaitu dengan menemui dan menanyakan langsung kepada para pemakai telepon genggam, apakah menggunakan provider telepon genggam AXIS. Dengan cara memberikan kuesioner kepada masyarakat yang menggunakan provider AXIS.
3.3       Analisis Data
Untuk pengolahan data dalam penelitian menggunaka program SPSS, adapun analisis data sebagai berikut :
3.3.1    Analisis Deskriptif
Bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas (Istijanto,2009).
                        3.3.2    Uji Chi Square
            Penulis menggunakan uji ini untuk mengetahui apakah umur berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap mobile marketing yang dilakukan oleh provider AXIS.


Judul : Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Mobile Marketing Oleh Provider XL
3.1       Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini data dikumpulkan dengan menggunakan cara survei, yaitu suatu pengumpulan data informasi primer langsung dari sumber penelitian dengan menanyai konsumen melalui kuesioner terstruktur yang dilaksanakan pada tanggal tertentu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 60 responden para pengguna provider XL.
3.2       Pengambilan sampel
Dalam penulisan ini pengambilan sampel yaitu dengan menemui dan menanyakan langsung kepada para pemakai telepon genggam, apakah menggunakan provider telepon genggam XL. Dengan cara memberikan kuesioner kepada masyarakat yang menggunakan provider XL.
3.3       Analisis Data
Untuk pengolahan data dalam penelitian menggunaka program SPSS, adapun analisis data sebagai berikut :
3.3.1    Analisis Deskriptif
Bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas (Istijanto,2009).
                        3.3.2    Uji Chi Square
            Penulis menggunakan uji ini untuk mengetahui apakah jenis kelamin dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap mobile marketing oleh provider XL.

TUGAS PROPOSAL METODE RISET

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Dipostkan oleh : Bakti 
 
 

LANDASAN TEORI

Judul : Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Mobile Marketing Oleh Provider IM3
2.1       Pengertian Pemasaran (teori dasar)
Pengertian pemasaran menurut Stanton, William (1997) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang/jasa kepada pembeli secara individual maupun kelompok pembeli. Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi dalam suatu lingkungan yang dibatasi sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri, peraturan-peraturan, maupun konsekuensi sosial perusahaan.
2.2       Kajian Penelitian Sejenis
v  Kajian sejenis menurut Anisa (2007)
Penulis melakukan penelitian dengan mencari perbandingan persepsi konsumen pada minimarket indomaret dengan alfamart di pondok gede kota Bekasi. Penulisan ilmiah ini dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan dan seberapa besar tingkat persepsi konsumen pada indomaret dan alfamart di pondok gede kota Bekasi.
2.3       Analisis
Analisis yang digunakan yaitu Deskriptif karena untuk mempelajari cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data dalam suatu penelitian data. Dengan cara menganalisis masyarakat para pengguna provider IM3 sebanyak 50 responden.


Judul : Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Mobile Marketing Oleh Provider AXIS
2.1       Pengertian Pemasaran (teori dasar)
Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis ( profit atau nonprofit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, nenetapkan harga, mendistribusikan serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. (Budiarto,1993)  
Sedangkan di sisi lain menurut (Kotler,2005), Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang dibutuhkan serta keinginan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
2.2       Kajian Penelitian Sejenis
v  Kajian sejenis menurut Erlando (2008)
Penelitian oleh Erlando terhadap akan pentingnya suatu pengaruh iklan kartu seluler antar operator kartu seluler terhadap perilaku keputusan pengguna kartu seluler oleh konsumen, dengan menggunakan media elektronik dan iklan.
2.3       Analisis
Analisis yang digunakan yaitu Deskriptif karena untuk mempelajari cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data dalam suatu penelitian data. Dengan cara menganalisis masyarakat para pengguna provider AXIS sebanyak 30 responden.


Judul : Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Mobile Marketing Oleh Provider XL
2.1       Pengertian Pemasaran (teori dasar)
Menurut Stanton yang dikutip dalam buku Dharmesta dan Irawan  (2005) mengemukakan pemasaran adalah Suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Kemudian Bauran pemasaran (Marketing Mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya dipasar sasaran. (Kotler,2005)
 
2.2       Kajian Penelitian Sejenis
v  Kajian sejenis menurut Ridho (2008)

Penulis melakukan penelitian akan pentingnya pengaruh persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda. Dalam penulisan ini penulis mencari persepsi dan sikap konsumen terhadap sepeda motor Honda dengan memberikan pertanyaan untuk mengetahui seberapa puas para konsumen menggunakan sepeda motor Honda.
 
2.3       Analisis
 
Analisis yang digunakan yaitu Deskriptif karena untuk mempelajari cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data dalam suatu penelitian data. Dengan cara menganalisis masyarakat para pengguna provider XL sebanyak 60 responden.